ketika sedang mengubah rumahnya, seorang petani cuba meruntuhkan dindingnya. rumah kayu biasanya memiliki ruang kosong antara 2 dinding yang diperbuat dari papan.
bila sebelah dindingnya dibuka, petani tersebut mendapati ada seekor cicak melekat di dinding tersebut kerana kakinya terkena tertancap paku. petani tersebut kasihan dan membuka paku yang memasak kaki cicak itu, seingatnya paku tersebut sudah tertanam selama satu tahun, sejak rumah itu mula dibangun.
apa sebenarnya terjadi? bagaimana cicak itu dapat bertahan selama tiga tahun menanggung kesakitan dan dalam suasana gelap selama itu? petani itu berfikir sendiri...
petani itu berhenti sebentar, sambil memikirkan bagaimana cicak itu dapat bertahan selama tiga tahun... mungkinkah tanpa teman dan tanpa makanan?
tidak lama kemudian dia melihat seekor cicak lain datang ke tempat itu dengan makanan di mulutnya. betapa petani itu tersentuh, terharu melihat rupanya ada cicak lain yang menyadari temannya terperangkap dan membantu sedayanya selama tiga tahun...
begitulah cinta...cinta yang indah. cinta menjadikan makhluk picisan
bagi kita, yang sekecil dua ekor cicak yang sangat menakjubkan. atas nama cinta ia tak pernah menyerah atau mengalah. Bayangkan hewan sekecil itu sanggup melakukan segala yang terbaik untuk satu mahluk lain yang disayanginya.
Popular Posts in last 30 days
-
📘 #Mutiara_Sunnah : ⛔ Waspadai Lima Dosa Besar Penyebab Bencana...! ⚠ ➡ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, ÙŠَا Ù…َ...
-
-
SEGELAS SUSU Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa dikantongnya hanya ...
-
Kata orang “Mulutmu Harimaumu, yang akan menerkammu”. Terkadang kita sebagai manusia yang penuh dengan segala kekurangan dan kelebihan, ak...
-
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim...
-
-
Mata adalah anugerah Sang Pencipta yang begitu luar biasa. Tanpa kita sadari mata bekerja sangat keras, unik dan sangat bernilai. Kali ini...
-
“Kenapa sih ??” kata seorang kaya kepada pelayannya. “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku ...
-
-


0 comments:
Post a Comment