Art Berg adalah atlet berbakat yang memiliki masa depan yang cerah. Ia punya perusahaan konstruksi dan seorang tunangan yang baik dan cantik. Pada malam Natal, ia dalam perjalanan menuju ke rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka. Karena perjalanan panjang, ia capai dan mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan dan terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil dan jatuh ke tanah dengan leher patah. Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah dan tidak bisa menggunakan tangan dan kakinya. Dokter berkata ia tidak akan pulih dari kelumpuhan. Teman-temannya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.
Art Berg takut dan putus asa. Namun ibunya datang dan berbisik, "Nak, hal sulit membutuhkan waktu. Hal mustahil perlu waktu sedikit lebih lama." Karena kata-kata itu, harapannya muncul kembali. Ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri. Sebelas tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir dan melakukan olah raga, serta menikah dengan tunangannya dan punya dua anak. Sekarang ia menjadi pembicara profesional dan penulis buku yang mendorong dan memotivasi banyak orang.
Popular Posts in last 30 days
-
-
-
Do u know the miracles of zamzam Water from HOLY MAKKAH?? ZamZam water level is around 10.6 feet below the surface. It is the miracle of Al...
-
5 Reasons Why God Uses Problems T he problems you face will either defeat you or develop you - depending on how you respond to them...
-
Kamis, 14 Rajab 1437 H / 21 April 2016 06:30 WIB source :Eramuslim.com – http://m.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/perayaan-hari-ka...
-
Hidup manusia tidak ada yang sama, karena tiap2 manusia memiliki ujian hidupnya sendiri, dan tidak bisa dilewati ujiannya dengan mencontoh c...
-
10 Unsur 'Bahagia Tanpa Syarat' APAKAH 'BAHAGIA TANPA SYARAT' ITU ? Kita hidup di masyarakat yang menyebarkan mitos "Sa...


0 comments:
Post a Comment